Pilih Pasta atau Serbuk

Kesibukan aktivitas pekerjaan & karier membuat sebagian ibu rumah tangga menyerahkan urusan masak kepada pramuwisma alias pembantu rumah tangga. Tak heran jika seringkali rasa yang dibayangkan pemilik rumah berlainan dengan apa yang dimasak pramuwisma tersebut.

Berkembangnya teknologi pengolahan pangan membuat keterbatasan waktu memasak menjadi peluang yang sangat baik untuk menciptakan produk yang dapat memudahkan proses memasak bagi ibu rumah tangga, mahasiswa ataupun anak2 yang akan dilatih kemandiriannya untuk memasak sendiri.

Di pasar tradisional, minimarket, supermarket, hipermarket dan toko grosir bahkan beredar bumbu masak yang menyasar hampir semua segmen ekonomi. Bumbu masak dengan harga Rp. 1.000/sachet sampai dengan Rp. 24.000/sachet-pun dapat dengan mudah didapatkan, tinggal bagaimana kebutuhan konsumen dan daya belinya.

Pada umumnya terdapat 2 jenis bumbu masak yang saat ini beredar : bumbu pasta dan bumbu serbuk. Pada bumbu pasta, bumbu diolah terlebih dahulu melalui proses pemanasan. Namun karena kadar air-nya cukup tinggi, pada umumnya produk bumbu pasta menggunakan pengawet, tentunya yang diperkenankan oleh departemen kesehatan baik jenis dan takarannya.

Bumbu kering dengan kadar air kurang dari 10% mempunyai keunggulan lain, yaitu sifatnya yang kering tidak mudah ditumbuhi mikroorganisme yang membuat produk bumbu rusak. Sehingga produk bumbu serbuk pada umumnya lebih stabil dibandingkan dengan bumbu pasta. Bumbu serbuk bisa bertahan sampai dengan 12 bulan tanpa penambahan pengawet kimia, sehingga lebih sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s